ejakulasi dini

Bikin Ejakulasi Dini! Ini 9 Komplikasi Diabetes

Tahukah Anda, ternyata gula darah tinggi bisa menyebabkan komplikasi diabetes yang membahayakan.

Diabetes adalah kondisi dimana produksi glukosa terlalu banyak atau melampaui batas pada dalam darah sehingga terjadi gula darah tinggi hingga diabetes.

Penyakit ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengakibatkan banyak komplikasi berkepanjangan yang mengancam nyawa. 

Gejala diabetes

Diabetes akan memicu beberapa gejala seperti:

  • Rasa haus berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Berat badan turun drastis
  • Mudah lapar
  • Kulit bermasalah
  • Luka sulit sembuh
  • Infeksi jamur
  • Iritasi genital
  • Mudah lelah
  • Kesemutan dan mati rasa

Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Komplikasi diabetes

Diabetes bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang yang membahayakan tubuh, yaitu:

  • Kerusakan pada pembuluh darah besar
  • Kerusakan pada pembuluh darah kecil

Contoh kerusakan pada pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil adalah:

1. Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang mengganggu sistem jantung dan pembuluh darah.

Jenis-jenis penyakit yang umum pada penyakit kardiovaskular yaitu:

  • Penyakit arteri koroner. Kondisi arteri koroner yang tersumbat lemak sehingga terjadinya penyempitan aliran darah sehingga suplai darah ke jantung menjadi terbatas.
  • Tekanan darah tinggi. Ketika tekanan pada dinding arteri terlalu tinggi.
  • Stroke. Terjadinya kerusakan otak karena gangguan suplai darah.
  • Gagal jantung. Ketika jantung tidak lagi mampu memompa.
  • Gangguan irama jantung: Detak jantung tidak beraturan, baik terlalu cepat atau terlalu lambat.

Resiko penyakit kardiovaskular akan menjadi lebih besar apabila menderita diabetes sekaligus serta memiliki riwayat kolesterol dan tekanan darah.

Sedangkan kebiasaan merokok dan keluarga yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular juga meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular. 

Untuk mengecilkan risiko penyakit kardiovaskular akibat diabetes, lakukan ini:

  • Cek kadar gula darah setiap 6 bulan sekali, atau jika Anda memiliki riwayat penyakit tekanan darah lakukan tes gula darah lebih sering, atau sedang mengkonsumsi obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.
  • Cek HbA1c atau hemoglobin glikat sebagai pengukur rata-rata jumlah sel darah merah yang berikatan dengan gula darah selama 3 bulan terakhir.
  • Cek kolesterol setiap tahun. Lakukan tes lanjutan seperti tes electrocardiogram (ECG), atau tes tingkatan stres yang mungkin direkomendasikan oleh dokter.

2. Masalah otak

Diabetes bisa membuat perubahan pada struktur otak dan fungsi akibat efek dari demensia dan masalah kognitif yang tentunya buruk bagi kualitas hidup.

Menurut studi epidemiologi, telah terbukti bahwa penyakit jantung dan demensia merupakan efek yang umum terjadi bagi penderita diabetes tipe 2.

Risiko kerusakan otak akan lebih besar bagi penderita diabetes apabila penderita memiliki riwayat kardiovaskular, hipertensi, dan kolesterol. 

Dilansir dari Health Grid yang mengutip Kompas.com, sekelompok peneliti melakukan riset pada kelompok orang tua yang berusia 65 tahun ke atas.

Setengahnya adalah penderita diabetes dan sisanya tidak mengidap diabetes. 

Selama 2 tahun pengecekan, telah ditemukan bahwa orang tua yang mengidap penyakit diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif otak secara drastis.

Sementara itu orang tua yang tidak memiliki riwayat diabetes hanya mengalami sedikit penurunan fungsi kognitif otak karena usia. 

Orang tua pengidap diabetes yang mengalami penurunan kognitif dapat terjadi karena pembuluh darah kurang responsif pada otak.

Seharusnya, pembuluh darah akan secara fleksibel mengembang untuk mengalirkan oksigen ke area yang efektif seperti otak.

Sebab pada otak terdapat memori yang memiliki fungsi untuk berpikir.

Nah, fleksibilitas tersebut  tidak berjalan dengan baik yang diderita oleh pengidap diabetes.

Kemudian kelompok peneliti tersebut melanjutkan riset dengan melakukan metode menggunakan insulin yang dihirup melalui hidung.

Mereka juga menggunakan obat-obatan penurun tekanan darah bertujuan untuk mengaktifkan pembuluh darah di otak normal kembali.

Dapat disimpulkan bahwa pengidap diabetes akan mengalami penurunan kecerdasan otak dalam seiring waktu. 

3. Masalah kaki

Risiko masalah kaki akan lebih besar dirasakan oleh penderita diabetes.

Hal ini diakibatkan karena persediaan darah pada pembuluh besar dan kecil yang ada di kaki berkurang drastis.

Kerusakan saraf atau bisa disebut dengan neuropati perifer ini memicu masalah pada struktur kaki.

Sementara itu, kekurangan ketersediaan darah pada pembuluh darah di kaki bisa menunda penyembuhan yang bisa menimbulkan infeksi hingga kaki mati rasa.

4. Gangguan mata

Jangan salah kira, diabetes tidak hanya menyebabkan pandangan menjadi buram saja.

Ada beberapa risiko penyakit yang berkaitan dengan mata dan diabetes:

  • Katarak

Katarak akan menyebabkan kedua mata seperti berawan dan menyebabkan pandangan menjadi warna putih buram, terdistorsi, bahkan menjadi lebih sensitif. 

  • Retinopati

Retinopati adalah kondisi pembuluh darah pada retina mengalami kerusakan yang bisa menyebabkan gangguan pada mata.

Penyakit ini memiliki beberapa fase. Saat di fase awal penderita tidak merasakan gejala.

Untuk mengetahui hal ini, Anda bisa melakukan pemeriksaan mata pada dokter secara rutin.

  • DME (Diabetik Makular Edema)

Diabetik Makular Edema adalah terjadinya penebalan atau edema yang disebabkan karena adanya cairan dan konstituen plasma pada lapisan retina.

Makular pada retina memiliki fungsi untuk membantu penglihatan menjadi jelas. Jika makular rusak akan menyebabkan pandangan menjadi tidak jelas atau blurry

  • Glaukoma

Glaukoma adalah kondisi kerusakan pada saraf mata akibat tekanan yang tinggi di dalam bola mata.

Walaupun glaukoma umum terjadi pengidap diabetes, non-diabetes juga bisa mengidap penyakit ini.

Dilansir dari Better Health, sebagian besar pengidap diabetes yang berkaitan dengan masalah mata tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu.

Namun, apabila Anda mulai merasakan pandangan memburam atau tidak jelas, sebaiknya segera konsultasikan diri pada dokter.

5. Kerusakan ginjal

Pengidap diabetes akan lebih berisiko terkena kerusakan ginjal sebab terjadinya perubahan kecil pada pembuluh darah di ginjal.

Walaupun sebagian besar komplikasi akan menunjukkan gejala, penyakit ginjal tidak menimbulkan rasa sakit dan gejala-gejala tertentu. 

Oleh karena itu, pemeriksaan secara rutin sangat dianjurkan bagi pengidap diabetes.

Kerusakan ginjal bisa didiagnosis lebih awal dengan memeriksa bagian protein terkecil atau mikroalbumin yang ada pada urin. 

Dokter juga akan memeriksa kesehatan ginjal termasuk perkiraan laju filtrasi glomerulus melalui tes darah.

Terdapat obat-obatan yang bernama ACE inhibitors dan antagonis reseptor angiotensin yang bisa melindungi ginjal dari kerusakan yang lebih parah.

6. Kerusakan kulit

Diabetes juga bisa memberikan efek yang parah bagi kulit Anda, seperti kulit kering dan kondisi kulit yang tidak sehat.

Hal ini disebabkan karena adanya kerusakan pada pembuluh darah dan penyempitan aliran darah. 

Jika kadar gula darah dibiarkan tinggi akan menimbulkan infeksi pada kulit.

Oleh karena itu, Anda harus menjaga kesehatan kulitmu sebaik mungkin.

7. Gangguan sistem pencernaan

Tahukah Anda, apabila terjadi kerusakan pada saraf bisa menyebabkan sistem pencernaan terganggu.

Secara medis ini disebut dengan gastroparesis. Kondisi ini akan membuat Anda merasakan berbagai keluhan, meliputi:

  • Refluks asam lambung
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Kembung
  • Kram perut
  • Asam lambung akan naik
  • Kekenyangan
  • Selera makan berkurang
  • Glukosa darah sulit dinetralkan
  • Berat badan turun drastis

8. Kesehatan mental

Diabetes tidak hanya menyerang secara fisik saja, mental juga bisa menjadi sasaran empuk diabetes. Umumnya pengidap diabetes terkena gangguan mental karena beberapa hal yang harus dipikirkan, seperti:

  • Khawatir dengan pengobatan dan komplikasi yang akan ditimbulkan oleh diabetes sehingga membuat pengidap akan mudah stres dan depresi
  • Mulai merasa lelah dengan pikiran-pikiran yang membuat tidak termotivasi untuk memperbaiki diri
  • Khawatir dengan biaya pengobatan yang tidak murah dan kompleks dilakukan.

    Selain itu, pengidap juga merasa khawatir dengan kecocokan obat-obatan yang dikonsumsi.

Jika Anda ragu dengan biaya pengobatan yang mahal serta kesesuaian khasiat, Anda bisa mengkonsumsi obat herbal yang pasti aman digunakan.

9. Ejakulasi dini

Diabetes bisa menyebabkan ejakulasi dini karena terdapat perubahan tubuh yang memicu gangguan pada pembuluh darah dan saraf.

Lelaki yang mengalami ejakulasi dini menampilkan gejala-gejala, meliputi:

  • Hasrat untuk berhubungan seksual berkurang atau hilang
  • Penis sulit mengeras saat berhubungan seksual
  • Orgasme terlalu cepat

Cara mencegah komplikasi diabetes

Jika Anda mengalami diabetes serta komplikasi-komplikasi di atas, sebaiknya lakukan pemeriksaan diri ke dokter secara rutin. 

Untuk meringankan tersebut, Anda dianjurkan mengonsumsi obat herbal Bio Insuleaf yang bermanfaat untuk menurunkan gula darah dan meringankan gejala diabetes. Bio Insuleaf diketahui dapat mencegah dari komplikasi membahayakan yang telah disebutkan sebelumnya.

Oleh karena itu, cegah komplikasi diabetes dengan Bio Insuleaf!

Pesan Bio Insuleaf

Bio insuleaf untuk ejakulasi dini

Tinggalkan komentar