Ibu hamil

Diabetes Gestasional: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit diabetes bisa menyerang siapapun termasuk ibu hamil dan ibu menyusui yang biasa disebut dengan diabetes gestasional.

Di bacaan ini Anda akan lebih mendalami apa itu diabetes gestasional, gejala, faktor risiko, penyebab, dan pengobatan.

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional adalah kondisi kesehatan dimana gula darah mengalami kenaikan yang dialami oleh ibu hamil. Menurut Universitas Airlangga, Indonesia memiliki penderita diabetes gestasional sebesar 1,9 persen hingga 3,6 persen di tahun 2021.

Kondisi ini terjadi disebabkan perubahan produksi glukosa dalam darah selama kehamilan terutama di usia 6 bulan ke atas. Serta produksi insulin yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga gula tersebut gagal diproses menjadi energi.

Gejala

Umumnya diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala atau ciri tertentu sehingga Anda harus memeriksakan diri pada dokter untuk mengetahui lebih jelas.

Namun Anda masih bisa mendeteksi adanya kemungkinan diabetes gestasional jika Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Lebih sering buang air kecil
  • Mudah merasa kehausan luar biasa
  • Mudah kelaparan
  • Pandangan buram
  • Mengalami infeksi luka terutama di vagina
  • Kelelahan berlebihan
  • Penurunan berat badan secara drastis meski nafsu makan meningkat

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas belum tentu sudah pasti mengalami diabetes. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan ke dokter agar mengetahui kondisi yang sedang Anda alami.

Faktor risiko

Menurut Web MD, besar kemungkinan diabetes gestasional akan terjadi, apabila:

  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan sebelum hamil
  • Berasal dari ras Asia, Afrika-Amerika, Hispanik, Alaska, Pasifik, dan asli Amerika.
  • Keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit diabetes
  • Pernah mengalami kenaikan gula darah akan tetapi belum diabetes
  • Pernah mengalami diabetes gestasional sebelumnya
  • Mempunyai PCOS
  • Mempunyai penyakit lain yang berhubungan dengan gangguan insulin
  • Mengalami tekanan darah tinggi
  • Mengalami kolesterol tinggi
  • Mengalami gangguan jantung
  • Pernah melahirkan bayi berukuran lebih besar dari bayi umumnya
  • Pernah keguguran
  • Pernah melahirkan bayi cacat
  • Berusia 25 tahun ke atas

Penyebab

Menurut Hermina Hospital, penyebab diabetes gestasional belum jelas. Namun ada dugaan bahwa kondisi tersebut terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan. 

Selama kehamilan, plasenta akan memicu hormon yang bisa menyebabkan gula darah naik. Umumnya pankreas akan bertugas untuk mengirim insulin untuk mengatasi ini.

Apabila pankreas tidak mampu melakukan tugasnya, maka gula dalam darah akan mengalami kenaikan hingga memicu diabetes gestasional.

Diagnosis dan tes diabetes gestasional

Kapan kamu harus melakukan tes diabetes gestasional? Lakukan pemeriksaan diabetes gestasional apabila kehamilan telah memasuki usia 24 hingga 28 minggu.

Dokter akan melakukan pengecekan darah dengan beberapa cara, seperti tes toleransi glukosa oral dan tes glukosa. Kedua tes tersebut akan menunjukkan seberapa jauh keefektifan tubuh menggunakan glukosa.

  • Tes glukosa

Umumnya setiap orang akan melakukan tes ini terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah kadar normal gula darah. Seorang tenaga kesehatan akan melakukan tes darah satu jam atau dua jam setelah makan dan minum. 

Anda tidak perlu berpuasa untuk melakukan tes ini. Jika tes menunjukkan angka lebih dari 140, Anda akan diarahkan untuk melakukan tes lagi saat berpuasa. Apabila dari hasil tes tersebut tetap tinggi maka bisa jadi Anda sedang menderita diabetes tipe 2.

  • Tes toleransi glukosa oral

Tes toleransi glukosa oral adalah tes untuk mengecek kadar gula darah yang dilakukan saat seseorang sedang berpuasa minimal 8 jam. Darah Anda akan diambil untuk dilakukan pengecekan setiap 2 hingga 3 jam sekali. 

Apabila Anda memperoleh kadar gula darah yang melebihi batas normal maka Anda sedang mengalami diabetes gestasional. 

Baca Juga: Mengenal Kadar Normal HbA1c Untuk Diabetes

Komplikasi

Berikut adalah beberapa kemungkinan komplikasi dari diabetes gestasional:

  • Makrosomia

Makrosomia adalah kondisi bayi berukuran lebih besar dan lebar dari bayi pada umumnya. Hal ini terjadi akibat ibu yang mempunyai kadar gula darah sangat tinggi. Alhasil pankreas menghasilkan insulin lebih banyak sehingga fetus mengubah kadar gula darah tersebut menjadi lemak. Dari proses tersebutlah yang membuat bayi terlahir lebih besar.

Umumnya ibu yang memiliki kondisi ini akan melahirkan dengan metode caesar karena ukuran bayi yang besar.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi gula darah rendah. Bayi akan mengalami gula darah rendah setelah beberapa saat dilahirkan. Sebab ibu yang mengalami gula darah tinggi membuat bayi menghasilkan banyak insulin. Sehingga saat bayi lahir, bayi justru mengalami penurunan kadar gula darah hingga di bawah batas normal. 

Selama persalinan, gula darah ibu yang mengalami diabetes gestasional akan diawasi secara ketat. Umumnya tenaga kesehatan akan memberikan obat yang bisa menstabilkan gula darah tetap normal. Hal ini dilakukan agar bayi lahir dengan gula darah normal. 

Selain itu, bayi yang lahir dari rahim ibu penderita diabetes gestasional akan memungkinkan memiliki kadar kalsium dan magnesium pada darah yang rendah. 

  • Bayi akan terlahir prematur yang mengakibatkan terjadinya masalah pernapasan
  • Bayi akan berpeluang mengalami obesitas dan diabetes di kemudian hari

Cara mengatasi diabetes gestasional

Untuk mengatasi dan mencegah penyakit diabetes gestasional, terapkan gaya hidup sehat, seperti rutin olahraga dan mengonsumsi sayur dan buah. Selain itu, Anda juga dianjurkan mengonsumsi obat herbal Bio Insuleaf yang bisa bantu turunkan gula darah.

Bio Insuleaf adalah obat herbal berfunsgi untuk mengontrol gula darah dan mengurangi gejala diabetes. Apabila Anda tertarik mengonsumsi obat ini, silakan klik pesan di bawah ini.

Pesan Bio Insuleaf

2 pemikiran pada “Diabetes Gestasional: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan”

Tinggalkan komentar