Mengenal Hipoglikemia – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penderita diabetes tidak hanya mengalami lonjakan gula darah saja, tetapi juga gula darah rendah atau biasa disebut dengan hipoglikemia. Kondisi ini sama-sama mengkhawatirkan yang dapat membahayakan kesehatan tubuh bahkan mengancam jiwa. Kenali apa itu hipoglikemia serta gejala, penyebab, dan cara pengobatan.

Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi medis yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah seseorang turun drastis di bawah batas normal. Umumnya, kondisi ini dialami oleh penderita diabetes yang kerap mengalami lonjakan kadar gula darah. 

Hal ini dapat terjadi jika terlalu banyak insulin dilepaskan oleh pankreas, atau jika glukosa yang masuk ke dalam darah tidak cukup. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan obat-obatan tertentu, kelaparan, gangguan kelenjar adrenal atau gangguan pankreas.

Ketika kadar glukosa darah turun, pankreas merespons dengan mengurangi produksi insulin atau menghentikan pelepasan insulin. Namun, jika terlalu banyak insulin dilepaskan atau kadar glukosa terus menurun, tubuh dapat mengalami hipoglikemia dengan gejala seperti pusing, gemetar, keringat dingin, dan kebingungan.

Gejala hipoglikemia

Berikut adalah gejala hipoglikemia yang dialami pasien diabetes:

  • Perasaan lapar yang intens
  • Gemetar atau tremor
  • Perasaan cemas atau gelisah
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Berkeringat berlebihan
  • Kejang-kejang
  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur
  • Kehilangan konsentrasi atau kebingungan
  • Perubahan mood atau mudah marah
  • Kelelahan atau lemah secara umum
  • Gangguan penglihatan atau penglihatan kabur

Penyebab hipoglikemia

Penyebab hipoglikemia bisa dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Terlalu banyak insulin atau obat diabetes yang dikonsumsi
  • Penyakit hati yang mempengaruhi produksi glukosa
  • Gangguan hormonal seperti tumor insulinoma
  • Gangguan pencernaan yang menghambat penyerapan makanan
  • Tidak cukup asupan makanan atau terlalu banyak aktivitas fisik tanpa kompensasi gula darah yang cukup
  • Efek samping alkohol yang mengganggu produksi glukosa
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti beta-blocker
  • Gangguan adrenal yang mempengaruhi produksi hormon kortisol
  • Kondisi kesehatan seperti gagal ginjal, penyakit jantung, atau penyakit autoimun
  • Efek samping dari beberapa jenis operasi, seperti operasi lambung atau pankreas

Diagnosis hipoglikemia

Untuk diagnosis hipoglikemia, biasanya dokter akan mempertimbangkan gejala yang dialami oleh pasien dan melakukan pemeriksaan yang komprehensif.

  1. Evaluasi gejala: Dokter akan mendengarkan keluhan pasien dan mencatat gejala yang dialami, seperti perasaan lapar yang intens, gemetar, pusing, atau perubahan mood.
  2. Pemeriksaan fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda hipoglikemia. Ini mungkin melibatkan pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, dan pemeriksaan kulit yang berkeringat.
  3. Pemeriksaan kadar gula darah: Pemeriksaan kadar gula darah adalah langkah penting dalam diagnosis hipoglikemia. Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar gula darah saat ini.
  4. Tes penunjang: Dokter juga dapat melakukan tes penunjang untuk membantu menentukan penyebab hipoglikemia. Ini dapat meliputi tes fungsi hati, tes hormon, atau tes pencernaan.
  5. Pemantauan gula darah: Jika gejala hipoglikemia muncul dengan tidak terduga atau tidak dapat dijelaskan, dokter mungkin akan merekomendasikan pemantauan gula darah yang berkelanjutan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang fluktuasi gula darah pasien.

Pengobatan hipoglikemia

Untuk pengobatan hipoglikemia, langkah-langkah berikut dapat diambil:

  1. Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula: Untuk mengatasi hipoglikemia yang ringan, mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula sederhana, seperti jus buah, permen, atau tablet glukosa, dapat membantu meningkatkan gula darah dengan cepat.
  2. Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks: Setelah mengatasi keadaan darurat hipoglikemia, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, nasi, atau oatmeal, untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dalam jangka waktu yang lebih lama.
  3. Menyesuaikan dosis obat diabetes: Jika hipoglikemia terkait dengan penggunaan obat diabetes, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis obat atau jadwal penggunaan obat untuk mencegah terjadinya hipoglikemia.
  4. Pola makan teratur: Mengatur jadwal dan pola makan yang teratur dengan menghindari melewatkan makanan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mengonsumsi makanan kecil dan sering juga dapat membantu mencegah hipoglikemia.
  5. Pengawasan medis yang teratur: Penting untuk mengikuti saran dokter dan menjalani pemeriksaan rutin dengan dokter untuk memantau kadar gula darah dan mengatasi faktor risiko yang mungkin mempengaruhi hipoglikemia.

Demikian penjelasan mengenai hipoglikemia serta gejala hingga cara pengobatannya. Jika Anda memiliki masalah gula darah tinggi, sangat dianjurkan juga mengonsumsi Bio Insuleaf, obat herbal yang membantu kontrol gula darah dan ringankan gejala diabetes.

Pesan Bio Insuleaf

Tinggalkan komentar