Kulit melepuh pada penderita diabetes

Mengenal Kulit Melepuh Pada Penderita Diabetes

Salah satu tanda gula darah tinggi adalah kulit melepuh pada penderita diabetes. Biasanya diawali dengan luka yang tidak kunjung sembuh. Namun ada sebagian orang justru mengalami kulit melepuh seperti tertuang air panas.

Ternyata kondisi tersebut terjadi akibat gula darah tinggi yang tidak terkontrol. Sehingga luka tersebut muncul dan sulit untuk disembuhkan.

Kulit melepuh pada penderita diabetes

Kulit melepuh pada penderita diabetes disebut dengan bullosis diabeticorum atau diabetic bullae. 

Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada seseorang dengan diabetes. Biasanya gejala diabetes yang kerap dikeluhkan hanyalah penyakit kulit seperti luka basah yang susah kering dan sembuh.

Walau begitu, tidak menutup kemungkinan diabetesi akan mengalami kondisi kulit yang melepuh. Apalagi jika penderita sering mengalami kenaikan kadar gula darah, maka peluang kulit melepuh lebih besar.

Baca: 4 Ciri-Ciri Luka Akibat Diabetes

Penyebab kulit melepuh

Belum ada penelitian yang menunjukkan alasan kulit melepuh bisa terjadi. Namun, kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

1. Neuropati diabetik atau neuropati perifer

Diabetes yang muncul dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer, yang dikenal sebagai neuropati diabetik. Kerusakan saraf ini mengakibatkan hilangnya sensasi pada kulit, sehingga penderita tidak merasakan jika kulitnya terkena gesekan, panas, atau benda tajam. Akibatnya, kulit mengalami gatal dan kemerahan yang akhirnya terluka hingga melepuh.

2. Penyembuhan yang lambat

Diabetes juga mengganggu kemampuan tubuh dalam proses penyembuhan luka. Pasien diabetes biasanya memiliki aliran darah yang buruk dan kadar gula darah yang tinggi, yang dapat menghambat pengiriman nutrisi dan oksigen ke luka.

Hal ini menyebabkan penyembuhan luka menjadi lambat, dan kulit yang rusak lebih rentan terhadap infeksi yang dapat menyebabkan gelembung atau melepuh.

3. Reaksi terhadap panas atau benda tajam

Kerusakan saraf yang disebabkan oleh diabetes juga dapat menyebabkan penderita kehilangan sensitivitas terhadap suhu. Penderita mungkin tidak merasakan panas yang berlebihan pada kulit mereka, sehingga dapat terluka dan melepuh akibat paparan panas, seperti yang terjadi saat mandi air panas atau menggunakan bantalan pemanas. S

elain itu, kehilangan sensasi juga membuat penderita tidak merasakan benda tajam, seperti pinggiran meja atau alat cukur, yang dapat melukai kulit dan menyebabkan lepuhan.

4. Infeksi jamur atau bakteri

Penderita diabetes juga lebih rentan terhadap infeksi kulit, terutama oleh jamur atau bakteri. Infeksi ini dapat menyebabkan pembentukan gelembung atau melepuh di kulit yang terinfeksi.

Walaupun penyakit diabetes bisa menyerang siapa saja, ternyata tanda kulit melepuh lebih banyak dialami oleh pria. Berikut adalah gejala-gejala yang patut Anda waspadai yang menunjukkan tanda kulit melepuh, yaitu:

  • Bentuk bagian tubuh kerap berubah
  • Ukuran perlahan membesar
  • Terdapat benjolan yang berisi cairan
  •  Gatal luar biasa

Anda tidak perlu khawatir penyebaran kulit melepuh. Kondisi ini tidak membuat kulit yang sehat terkena lepuhan. Kulit pada sekitar yang mengalami pelepuhan biasanya dalam keadaan normal atau sehat. Jika kamu merasakan kulit memerah dan bengkak, segera temui dokter.

Cara atasi kulit melepuh pada penderita diabetes

Kulit melepuh akibat diabetes dapat diatasi dengan beberapa langkah berikut:

1. Jaga kebersihan kulit: Gunakan sabun yang lembut dan hangat saat mandi, dan hindari penggunaan sabun keras yang bisa mengeringkan kulit. Juga, pastikan untuk membersihkan dan mengeringkan daerah kulit yang rentan melepuh dengan benar.

2. Hindari gesekan dan tekanan berlebihan: Kulit yang melepuh cenderung sensitif, sehingga hindari menggaruk atau memijat daerah yang terkena kulit melepuh. Hal ini dapat memperburuk kondisi kulit dan meningkatkan risiko infeksi.

3. Gunakan pelembap: Oleskan pelembap yang lembut dan bebas pewangi untuk menjaga kelembapan kulit. Penggunaan pelembap secara teratur dapat membantu mencegah kulit kering dan retak, serta mengurangi risiko kulit melepuh lebih lanjut.

4. Perhatikan perubahan pada kulit: Jika ada tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, pembengkakan, atau keluar nanah dari kulit melepuh, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

5. Hindari paparan panas dan benda tajam: Hindari duduk terlalu lama di dekat sumber panas seperti tungku atau pemanas ruangan, serta hindari menggunakan benda tajam yang dapat melukai kulit.

6. Turunkan gula darah: langkah yang paling penting adalah menurunkan gula darah. Anda sangat dianjurkan mengonsumsi herbal Bio Insuleaf untuk menurunkan dan menjaga gula darah tetap terkontrol. Herbal ini tentunya dapat mengurangi risiko kulit luka hingga melepuh akibat diabetes.

Demikian penjelasan mengenai kondisi melepuh pada kulit pasien diabetes. Apabila Anda ingin menyembuhkan luka tersebut dengan Bio Insuleaf, klik link di bawah ini untuk pembelian Bio Insuleaf.

Pesan Bio Insuleaf

Sumber:

Medial News Today

Tinggalkan komentar