Diabetes dan kesehatan gigi

Pengaruh Diabetes dan Kesehatan Gigi yang Perlu Diwaspadai

Penderita diabetes sangat rentan dengan berbagai komplikasi, salah satu paling umum adalah masalah gigi. Siapa sangka jika peluang kerusakan gigi dan gusi justru lebih besar akibat dari gula yang tidak terkontrol.

Risiko ini akan lebih meningkat jika kamu menderita diabetes sekaligus berusia 50 tahun ke atas. Hal ini karena semakin bertambah usia semakin tinggi kerentanan tubuh. Maka dari itu, diabetes membuat kondisi kerusakan gigi dan gusi dua kali lipat daripada orang tua yang tidak memiliki diabetes.

Baca selengkapnya untuk ketahui berbagai penyebab gigi rusak akibat diabetes serta cara mengatasinya.

Diabetes dan kesehatan gigi

Penyebab gigi rusak pada penderita diabetes bisa karena beberapa hal, yaitu:

  • Periodontal. Periodontal adalah kondisi infeksi yang menyerang area gusi dan gigi yang bisa menghancurkan tulang rahang. Infeksi ini bisa terjadi karena diabetes menyebabkan pembuluh darah menebal sehingga nutrisi aliran darah terhambat. Kondisi tersebut memicu tulang, gusi, dan gigi melemah sehingga mudah terkena infeksi.
  • Gigi berlubang. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja termasuk penderita diabetes. Seseorang yang mempunyai riwayat gula darah tinggi atau diabetes, kadar gula pada air liur lebih banyak. Sehingga gula tersebut bisa menggerogoti area mulut yang bisa berujung pada gigi berlubang.
  • Radang gusi. Dalam dunia medis radang gusi memiliki sebutan gingivitis. Radang gusi dapat terjadi apabila plak dan karang gigi tinggal terlalu lama akibat dari jarang sikat gigi atau menggunakan flossing. Apalagi jika kamu menderita diabetes, tubuh lebih sulit menjaga diri dari serangan bakteri. Maka dari itu, rutinlah sikat gigi dengan bersih agar tidak mudah terkena masalah gigi.

Cara mencegah gigi rusak bagi penderita diabetes

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar tidak terkena risiko penyakit gigi di atas. Lakukan cara-cara di bawah ini untuk mencegah gigi rusak.

  • Sikat gigi setiap hari tanpa terlewatkan. Lakukan minimal dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.
  • Gunakan flossing untuk membersihkan sisa makanan pada sela-sela gigi.
  • Pastikan kumur dengan bersih
  • Kontrol ke dokter gigi minimal dua kali dalam setahun
  • Hindari merokok karena kebiasaan ini meningkatkan risiko terkena kerusakan gigi,
  • Segera konsultasi pada dokter jika gusi terlihat lebih merah, gigi terasa sakit, dan gigi goyah.

Kapan harus periksa ke dokter?

Terdapat beberapa tanda yang mengharuskan kamu untuk periksa ke dokter sesegera mungkin. Apabila kamu mengalami gejala di bawah ini, sebaiknya segera periksakan diri:

  • Bau mulut dalam jangka waktu yang lama
  • Sering terkena infeksi
  • Pendarahan pada area gusi dan gigi

Jangan meremehkan tanda-tanda di atas. Kesehatan gigi bisa memburuk jika tidak cepat ditangani. Apalagi diabetes dapat memperbesar peluang kerusakan gigi. Oleh karena itu, pastikan kamu menerapkan cara-cara mencegah dari kerusakan gigi yang telah dijelaskan di atas.

Untuk menjaga gula darah tetap stabil, sangat dianjurkan mengkonsumsi herbal Bio Insuleaf. Obat ini akan membantu menurunkan gula darah tinggi yang memicu kerusakan pada gigi. Agar Anda terhindari dari risiko gigi rusak sebaiknya minum Bio Insuleaf secara rutin.

Pesan Bio Insuleaf

Sumber

Halodoc

bio insuleaf www.insuleaf.id

Tinggalkan komentar