jenis gula

11 Jenis Gula yang Ada Pada Makanan dan Minuman

Sangat penting bagi semua orang untuk mengetahui jenis gula yang ada di makanan maupun minuman.

Dengan memahami ini akan memudahkan Anda mengontrol kadar tersebut. Jadi, jangan sampai melewatkan bacaan ini agar kamu memperoleh pengetahuan mengenai gula.

Mengenal jenis gula

Dilansir dari Hello Sehat, pemanis tidak hanya terbuat dari jenis gula yang sama akan tetapi berbeda-beda. Pemanis terbagi menjadi dua jenis, yaitu pemanis alami dan pemanis buatan.

Pemanis alami adalah pemanis yang menggunakan bahan pokok alami dengan kandungan kalori. Jenis ini menyuplai energi dalam bentuk karbohidrat.

Sedangkan pemanis buatan adalah pemanis terbuat dari produk olahan dan tidak mengandung kalori.

Jenis gula alami

Gula alami biasa ada pada buah-buahan dan sayuran, atau segala makanan yang tanpa melalui pemrosesan tertentu. Jenis ini termasuk yang paling aman dan ramah bagi tubuh. 

Gula alami juga ada di susu dan kacang-kacangan. Umumnya terdapat nutrisi tambahan lain, seperti protein, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat. Berikut adalah jenis-jenis yang perlu kamu tahu:

1. Sukrosa

Salah satu pemanis jenis sukrosa yang populer adalah gula pasir. Jenis ini yang paling sering digunakan orang untuk membuat minuman dan makanan terasa lebih lezat.

Sukrosa merupakan karbohidrat alami yang juga ditemukan di buah-buahan dan sayuran. Pada umumnya diekstrak dari tebu atau bit yang terdiri dari 50% glukosa dan 30% fruktosa. 

Walaupun sukrosa termasuk alami, sukrosa juga sering dijadikan tambahan pemanis pada beberapa makanan.

Berikut adalah makanan dan minuman yang mengandung tambahan sukrosa:

  • Permen
  • Cookies
  • Es krim
  • Jus buah
  • Soda
  • Buah kalengan
  • Sereal
  • Saos tomat

2. Glukosa

Glukosa adalah gula monosakarida, bagian dari karbohidrat yang sangat penting untuk sebagai sumber tenaga untuk beraktivitas. Tubuh bergantung besar pada glukosa untuk menjalankan sistem dan fungsi tubuh dengan normal.

Bahkan glukosa juga menjadi satu-satunya yang menyuplai energi pada sel otak. Berbeda dengan jenis lainnya, glukosa langsung digunakan oleh tubuh untuk memproduksi energi.

Berikut adalah beberapa gula yang dicampur dengan glukosa:

  • Sirup beras merah
  • Sirup jagung
  • Laktosa
  • Sirup malt
  • Maltosa
  • Sirup beras
  • Etil maltol
  • Dekstrin
  • Dekstrosa
  • Padatan sirup jagung
  • Maltodekstrin
  • Malt diastatic
  • Barley malt

3. Fruktosa

Fruktosa murni biasa disebut dengan fruktosa atau fruktosa kristal. Fruktosa adalah jenis yang termasuk kelompok monosakarida yang terdapat di dapur biasa untuk konsumsi sehari-hari.

Jenis ini dapat ditemui pada buah-buahan dan sayuran. Penderita diabetes tidak perlu khawatir menggunakan fruktosa karena tidak menyebabkan lonjakan glukosa pada darah.

Walaupun begitu, kamu juga tidak dapat mengkonsumsi fruktosa berlebihan. Sebab, bisa memicu penimbunan lemak yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan diabetes.

4. Galaktosa

Galaktosa adalah jenis monosakarida urutan ke 3 yang paling umum. Galaktosa terbuat dari elemen yang sama seperti glukosa tetapi cara pembuatannya yang berbeda. 

Dibandingkan dengan glukosa, galaktosa memiliki rasa manis yang lebih rendah. Sehingga kamu memerlukan jumlah yang lebih banyak untuk masak apabila ingin rasa manis tersebut muncul.

Galaktosa dapat ditemukan pada produk olahan susu, seperti keju dan yogurt. 

5. Laktosa

Laktosa adalah jgula gabungan dari glukosa dan galaktosa. Jenis ini dapat ditemukan pada olahan-olahan susu.

Tubuh juga mendapatkan energi dari zat ini untuk memasok tenaga bagi tubuh. Walaupun begitu gula ini termasuk susah diserap oleh usus, sehingga jarang sekali dijadikan sebagai tambahan.

6. Maltosa

Maltosa terbuat dari dua molekul glukosa yang dikombinasikan menjadi satu dan termasuk dari kelompok disakarida. Maltosa ada pada produk biji-bijian yang bertunas. 

Kamu bisa menemukan maltosa pada makanan seperti pasta, kentang, sereal, minuman alkohol, dan produk kemasan. 

Jenis gula buatan

Gula buatan biasanya diperuntukkan bagi penderita diabetes dan yang menjalan program diet. Apabila kamu sedang ingin mengecilkan porsi konsumsi gula, kamu dapat menggunakan pemanis buatan sebagai alternatif.

Pemanis buatan dapat dengan mudah ditemukan pada produk yang menunjukkan kata “sugar free” pada kemasan produk. 

Terkadang pemanis buatan memiliki rasa yang lebih manis dari pemanis alami. Bedanya jenis ini tidak memiliki kalori sehingga aman untuk diet dan diabetes.

Sama halnya dengan pemanis alami,pemanis buatan juga memiliki beberapa jenis. Simak daftar berikut ini.

1. Aspartam

Aspartam adalah jenis pemanis yang memiliki rasa manis 200 kali lipat dari pemanis alami. Walaupun rasanya yang begitu manis, banyak peneliti telah memaparkan bahwa aspartam ini tidak menyebabkan risiko besar pada kesehatan.

Akan tetapi rasa manis dari aspartam tidak berlangsung lama atau akan hilang jika terpapar suhu yang tinggi dalam beberapa waktu. Oleh karena itu, aspartam digunakan pada makanan yang harus ada pada suhu rendah, seperti yogurt dan es krim

Namun yang harus jadi perhatian adalah penderita fenilketonuria wajib menghindari pemanis ini. 

2. Sakarin

Sakarin adalah pemanis yang bisa digunakan pada makanan panas atau dingin. Rasa manis 300 kali lipat daripada gula pasir. 

Baru-baru ini penelitian juga memaparkan bahwa sakarin sangat buruk bagi kesehatan tubuh. Mengkonsumsi sakarin di luar batas akan menyebabkan risiko kanker.

Oleh karena itu, sakarin tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui. 

Kamu direkomendasikan konsumsi sakarin dengan batas 230 mg dalam satu kemasan makanan. 

3. Advantame

Advantame adalah pemanis yang terbuat dari vanili dan aspartam.Rasanya 37 ribu kali lebih manis dari gula biasa.

Kamu bisa menemukan advantame pada makanan dan minuman seperti soda, permen karet, dessert, puding, gelatin, jus buah, dan sirup.

Walaupun rasanya puluhan ribu kali lebih manis, advantame mengandung nol kalori sehingga tidak merusak gigi. 

Bahkan advantame sangat cocok sebagai bahan masak untuk memanggang.

4. Sukralosa

Jenis pemanis buatan lainnya adalah sukralosa. Pemanis ini rasanya lebih manis sebesar 600 kali dari gula pasir.

Tenang saja, sukralosa tidak mengandung kalori sehingga cocok untuk menurunkan berat badan. 

Rasa manis sukralosa tidak akan hilang meski diproses dengan suhu tinggi. Jadi, kamu dapat memanfaatkan pemanis ini sebagai tambahan gula pada hidangan yang hangat.

5. Neotame

Pemanis buatan yang terakhir adalah neotame. Gula ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi yaitu 8000 dari gula biasa. Dengan menambahkan sedikit neotame pada makanan atau minuman, rasa manisnya sudah sangat mendominasi.

Kamu hanya diperbolehkan mengkonsumsi gula ini sebesar 2 mg saja per hari. Sayangnya gula ini tidak dapat dikonsumsi dengan jumlah yang banyak karena bisa menyebabkan kenaikan gula darah.

Walaupun pemanis buatan mengandung nol kalori atau kalori yang sedikit, kamu tetap dianjurkan untuk mengkonsumsi sewajarnya.

Apalagi terdapat beberapa jenis gula yang berisiko pada kenaikan gula darah. Jadi, lebih baik atur jumlah porsi gula buatan.

Untuk mengontrol gula darah, kamu disarankan untuk mengkonsumsi obat herbal, yaitu BIO INSULEAF.

Bio Insuleaf adalah obat herbal yang terbuat dari rempah alami terdiri dari 4 bahan utama, yaitu kayu manis, mengkudu, mahkota dewa, dan brotowali.

Atasi keluhan gula darah tinggi dan diabetes dengan konsumsi Bio Insuleaf!

Pesan Bio Insuleaf

Sumber:

Health Line

Mayo Clinic

Web MD

Tinggalkan komentar